Minggu, 11 November 2012
Selasa, 06 November 2012
Sosiologi Olahraga
MAKALAH
SOSIOLOGI OLAHRAGA
KARAKTERISTIK
PERMAINAN SOFTBALL

PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Softball
semakin popular di Indonesia. Olahraga ini dianggap sebagai aktivitas fisik,
sekaligus permainan yang dapat menggembirakan para pemainnya.Selain diajarkan
di sekolah-sekolah dan untuk dipertandingkan, olahraga ini juga merupakan
olahraga rekreasi. Karakteristik permainan softball dalam dunia olahraga banyak
sekali macam cabang olahraga. Softball adalah salah satunya. Softball boleh
dikatakan olahraga yang sekarang ini digemari di Indonesia, terutama para
pelajar dan mahasiswa. Bahkan sekarang olahraga permainan ini sangat menarik,serta menggunakan
terikan-teriakan dengan istilah asing.Hal ini membuat permainan softball menjadi
permainan yang sangat digemari oleh anak muda.
Permainan
softball diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama
kali di Chicago. Peraturan Permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan
pada tahun 1916 diperbaiki oleh Mattew.Pada tahun 1930, ada perubahan permainan
dari indoor ke outdoor oleh H.Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968,
permainan softball diperkenalkan di asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila.
Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya
tahun 1969.
Permainan
softball merupakan cabang olahraga yang cukup populer Indonesia, hal ini
terlihat dengan semakin banyaknya perkumpulan-perkumpulan softball di kota-kota
besar maupun di daerah-daerah. Selain itu juga minat para generasi muda terhadap
cabang olahraga ini, baik di perguruan tinggi, sekolah-sekolah semakin menunjukkan
perhatian yang tinggi. Hal ini tentu sangat mempengaruhi untuk pembinaan dan prestasi
dimasa yang akan datang.
terlihat dengan semakin banyaknya perkumpulan-perkumpulan softball di kota-kota
besar maupun di daerah-daerah. Selain itu juga minat para generasi muda terhadap
cabang olahraga ini, baik di perguruan tinggi, sekolah-sekolah semakin menunjukkan
perhatian yang tinggi. Hal ini tentu sangat mempengaruhi untuk pembinaan dan prestasi
dimasa yang akan datang.
Dalam
pembahasan kali ini akan dibatasi pada pembahasan karakteristik pemain softball sesuai dengan posisi yang biasa di
mainkan.
BAB II
KAJIAN TEORI
Kemampuan
adalah terjemahan dari kata ‘ability’ yang hampir sama dengan
pengertian keterampilan, padahal dua kata ini mempunyai pengertian
yang berbeda Keterampilan diskrit yang diartikan oleh Scmidt yang dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun
(1996:91) sebagai keterampilan yang ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari
gerakannya, yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat, seperti melempar bola,
menendang bola, gerakan-gerakan dalam senam artistic atau menembak. Magil
menyebutkan tetntang keterampilan berkelanjutan (continuous skill), dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun (1996:91) bahwa jika suatu keterampilan mempunyai awal dan
akhir gerakan yang selalu nerubah-ubah, maka keterampilan itu dikategorikan sebagai
keterampilan berkelanjutan, dalam hal ini bisa jadi pelakulah yang menentukan titik awal
dan akhir dari keterampilan termaksud bkan keterampilan itu sendiri. Keterampilan serial
(serial skill) Menurut Schmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun (1996:91) adalah
keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan diskrit,
yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau keterampilan yang lebih
kompleks.Pada permainan softball bahwa keterampilan pula sangat menunjang karakteristik permain dalam memainkan permainan softball tersebut.
(1996:91) sebagai keterampilan yang ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari
gerakannya, yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat, seperti melempar bola,
menendang bola, gerakan-gerakan dalam senam artistic atau menembak. Magil
menyebutkan tetntang keterampilan berkelanjutan (continuous skill), dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun (1996:91) bahwa jika suatu keterampilan mempunyai awal dan
akhir gerakan yang selalu nerubah-ubah, maka keterampilan itu dikategorikan sebagai
keterampilan berkelanjutan, dalam hal ini bisa jadi pelakulah yang menentukan titik awal
dan akhir dari keterampilan termaksud bkan keterampilan itu sendiri. Keterampilan serial
(serial skill) Menurut Schmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun (1996:91) adalah
keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan diskrit,
yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau keterampilan yang lebih
kompleks.Pada permainan softball bahwa keterampilan pula sangat menunjang karakteristik permain dalam memainkan permainan softball tersebut.
Di
Indonesia softball mirip dengan permainan bola kasti. Permainan soft ball
adalah permaina yang dimainkan oleh dua regu,masing-masing regu terdiri dari
9orang dan dapat pula ditambah seorang pemukul DH(designatedhitter).Permainan ini dimainkan di luar ruangan dengan
lapangan yang berbentuk bujur sangkar atau yang biasa dinamakan diamond,pada
setiap sudut terdapat base yang berbentuk segi empat kecuali home plate yang berbentuk segi lima.Lama
permainan softball ditentukan dengan inning,masing-masing regu akan mendapat
giliran 7 kali menjadi regu penjaga dan 7 kali menjadi regu penyerang.Regu
penyerang menjadi regu penjaga apabila telah terjadi 3 mati,dengan demikian
regu yang semula menjadi regu penjaga mendapat giliran untuk menjadi regu
penyerang. Ada beberapa faktor penunjang mengapa olahraga softball sebetulnya
bisa berkembang pesat di Indonesia :
·
Faktor lapangan. Lapangan permainan
softall tidak terlalu luas.Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri,tetapi
ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.
·
Faktor manusia. Softball dapat dimainkan
oleh setiap orang tidak memandang usia,baik pria maupun wanita.Setiap regu
terdiri dari 9 orang,dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan.
·
Faktor peraturan. Dasar untuk permainan
softball sebetulnya sudah dikenal di Indonesia.Sebagai contoh,adanya permainan
kasti dan rounders.
·
Faktor sifat. Pemainan softball
merupakan kombinasi dari permainan ketangkasan dan otak(pikiran),sehingga
mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain.
·
Faktor peralatan. Softball adalah
olahraga beregu,maka peralatan dapat disediakan bersama.Sehingga harga
peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki secara gotong royong.
Setiap
cabang olahraga mempunyai karakteristik yang berbeda, ciri dari
permainan
softball dapat dilihat dari sifat permainan, teknik-teknik gerak, peraturan permainan dan
perlengkapan yang digunakan. Softball adalah permainan cepat dan tepat artinya
permainan ini memerlukan kecepatan dalam berlari, kecepatan dalam memukul,
ketepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan
menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu
melemparkan bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.
softball dapat dilihat dari sifat permainan, teknik-teknik gerak, peraturan permainan dan
perlengkapan yang digunakan. Softball adalah permainan cepat dan tepat artinya
permainan ini memerlukan kecepatan dalam berlari, kecepatan dalam memukul,
ketepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan
menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu
melemparkan bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.
BAB
III
PEMBAHASAN
Hubungan Softball dengan
Ketepatan
Hampir seluruh cabang
olahraga memerlukan faktor ketepatan untuk memperoleh
kemenangan seperti basket, tennis, panahan dan sebagainya. Softball juga termasuk
dalam cabang olahraga yang memerlukan ketepatan dalam melempar bola secara
akurat tidak hanya seorang pitcher semua pemainnya pun harus mampu melemparkan
bolanya secara tepat dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Imam
Hidayat mengenai ketepatan dalam melempar adalah sebagai berikut : “Agar ketepatan
melempar lebih baik maka perlu digunakan prinsip Flattening of the arch. Pada prinsip
ini, ketepatan ditentukan oleh besarnya sebaran (divergensi). Pada dasarnya ketepatan pada softball berpengaruh pada pengembangan karakter yang dapat diperoleh dari permainan softbal dan bisa diaplikasikan dalm proses sosialisasi dengan media olahraga.Ketepatan akan melekat pada pengembangan karakter pemain dan peserta untuk bisa menciptakan kesempurnaan dalam menciptakan keputusan-keputusan dalam proses sosilalisasi olahraga.
kemenangan seperti basket, tennis, panahan dan sebagainya. Softball juga termasuk
dalam cabang olahraga yang memerlukan ketepatan dalam melempar bola secara
akurat tidak hanya seorang pitcher semua pemainnya pun harus mampu melemparkan
bolanya secara tepat dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Imam
Hidayat mengenai ketepatan dalam melempar adalah sebagai berikut : “Agar ketepatan
melempar lebih baik maka perlu digunakan prinsip Flattening of the arch. Pada prinsip
ini, ketepatan ditentukan oleh besarnya sebaran (divergensi). Pada dasarnya ketepatan pada softball berpengaruh pada pengembangan karakter yang dapat diperoleh dari permainan softbal dan bisa diaplikasikan dalm proses sosialisasi dengan media olahraga.Ketepatan akan melekat pada pengembangan karakter pemain dan peserta untuk bisa menciptakan kesempurnaan dalam menciptakan keputusan-keputusan dalam proses sosilalisasi olahraga.
Bahu yang
bergerak sedikit memiliki divergensi yang besar karena busurnya bergerak
sedikit, sedangkan bahu yang bergerak banyak memiliki divergensi yang
kecil karena busurnya begerak banyak. Untuk menghasilkan ketepatan
yang baik, divergensi yang dimiliki oleh busur harus
sekecil-kecilnya karena dengan divergensi yang kecil
akan memudahkan
pengonrolan bola. Busur yang dimaksud disini adalah geran lengan pitcher pada saat
melemparkan bola ke bidang sasaran. Prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kalau saat mengayun bahu tidak bergerak, maka divergensinya akan besar .
b. Kalau saat mengayun bahu bergerak sedikit, maka divergensinya akan berkurang besarnya.
pengonrolan bola. Busur yang dimaksud disini adalah geran lengan pitcher pada saat
melemparkan bola ke bidang sasaran. Prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kalau saat mengayun bahu tidak bergerak, maka divergensinya akan besar .
b. Kalau saat mengayun bahu bergerak sedikit, maka divergensinya akan berkurang besarnya.
c. Kalau
saat mengayun bahu bergerak banyak, maka divergensinya akan lebih
kecil
dibandingkan
dengan bahu yang bergerak sedikit.
Terdapat karakteristik yang diperoleh dari posisi pemain
sofball yang bisa disosialisasikan pada penanamannya dalm bersosialisasi pada
media olahraga antara lain :
·
Karakteristik
dari pemain pelempar bola (Pitching)
Permainan
dimulai pada saat umpire memulai pertandingan dan meneriakkan kata “Play Ball”.
Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaganya masing-masing, pertarungan
antara pitcher di tim bertahan dan batter di tim yang mendapat giliran memukul
dapat dimulai. Seorang pitcher berdiri diatas plate dan menghadap ke
arahcatcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke mitt catcher.
Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike (strike
zone), dimana hasil akhir lemparan terdapat diatas home plate dan tingginya
tidak lebih dari dada dan tidak kurang dari lutut batter. Jika bola dalam zona
strike tidak terpukul oleh batter, maka umpire akan berteriak “strike”. Dan
apabila bola keluar dari zona strike, namun batter tidak mencoba memukul bola
maka umpire akan berteriak “ball”. Zona strike adalah zona dimana bola dalam
wilayah pukul batter. Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola
strike dengan sekuat tenaga agar batter kesusahan memukul bola walaupun bola
berada di zona pukulnya. Sehingga tantangan seorang pitcher adalah melempar
dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.Dalam hal ini seorang
pitcher adalah yang menunjukan kepribadian dengan pertimbangan yang matang,dia
bisa lebih mampu jiwa bersosialisi karena keberadaannya dalam lapangan
merupakan pusat perhatian dari pemain lain,sehingga dia terbiasa berhubungan
secara langsung maupun tidak langsung dengan orang lain.
·
Karakteristik
dari Penangkap bola (catcher)
Dalam
satu regu setidaknya memiliki satu orang catcher. Catcher dilengkapi dengan
perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher. Catcher menggunakan
helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk
melindungi daerah badan dan legguard untuk melindungi daerah lutut kebawah. Posisi
catcher adalah jongkok di belakang batter. Seorang pitcher dan catcher
diharuskan memiliki komunikasi yang baik dengan isyarat-isyarat untuk
bekerjasama mematikan seorang batter. Seorang catcher kadang adalah pengatur
strategi yang baik, karena dalam pertandingan catcher dapat melihat seluruh
situasi yang terjadi di depannya.Dalam hal ini,seorang catcher mempunyai
kebiasaan cermat terhadap sesuatu hal datang pada dirinya sehingga proses
soisialisasi bisa berlangsung baik pada dirinya secara cermat dan mudah cepat
tanggap dalam bersosialisasi.
·
Karakteristik
dari Penjaga (fielder)
Selain
pitcher posisi 1 dan catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang
terbagi dalam 4 penjaga daerah alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar
(outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3,
penjaga base dua (2nd base) posisi 4,
Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga
(3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left
fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9.
Semua fielder (termasuk pitcher dan catcher) berusaha mematikan 3 orang tim
lawan agar mendapat giliran memukul. Karena run hanya bisa didapatkan dalam
posisi menyerang.Dalam hal ini,seorang penjaga akan lebih mudah beradaptasi
kepada lingkungannya dan dapat menjaga sosialisasi kepada masyarakat dan
lingkungannya.
·
Karakteristik
pada pemukul (Batting)
Tiap
batter mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. 3 kali strike akan membuat
batter mati “Strike Out”. Dan apabila 4 kali ball maka batter diperbolehkan jalan
bebas kearah base satu (free walk). Apabila batter berhasil memukul bola,
batter akan berlari sekuat tenaga mencapai base satu sebelum bola pukulannya
dikembalikan atau di tangkap oleh penjaga base satu. Jika batter berhasil
sampai di base satu sebelum penjaga base satu menangkap bola maka batter “safe”.
Namun bila penjaga base satu lebih cepat menangkap bola, maka batter “out”.
Terdapat berbagai macam jenis memukul. Hit, Bunt, hit and run, Steal dan
lain-lain. Tergantung situasi yang terjadi saatitu. Berbagai macam jenis hit
digunakan sesuai strategi yang akan ditempuh tim penyerang.Pada pengembangan
karakter yang terdapat pada seorang pemukul ( batting ) dalam hal ini juga
berpengaruh pada pengambil keputusan yang cermat karena keputusan yang berani
ia ambil diperoleh dari situasi-situasi tertentu dan pada kesempatan-kesempatan
yang terbatas.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari sefi faktor
lapangan, lapangan permainan Softball tidak terlalu luas, berupa lapangan 4 x
20 meter lebar sisinya (60 feet).Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri,
tetapi ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.Dari
segi faktor manusia, Softball dapat dimainkan oleh setiap orang, tidak
memandang usia, baik pria maupuan wanita.Setiap regu terdiri dari 9 orang
yaitu: pitcher posisi 1, catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang
fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerahd alam (infielder) dan 3 orang
penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st
base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base)posis 4, Penjaga antara base dua dan tiga
(shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan
penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center)
posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9., dalam permainan ada 2 regu yang
berlawanan.Dasar-dasar, dasar untuk permainan Softball, sebetulnya sudah
dikenal di Indonesia. Sebagai contoh, adanya permainan kasti dan rounders. Sifat-sifat, olahraga Softball
merupakan kombinasi dari olahraga ketangkasan dan otak (pikiran), sehingga
mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain. Peralatan, karena Softball adalah
olahraga beregu, maka peralatan dapat disediakan bersama. Sehingga harga
peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki, secara gotong-royong. Kelanjutan,
oleh karena tiap-tiap tahun sudah disusun acara-acara pertandingan,maka
kelanjutan setiap tahun permainan dapat terjamin. Seperti kompetisi setempat,
kompetisi nasional, kompetisi internasional, Pekan Olahraga Nasional dan
sebagainya.Pada permainan ini diharapkan dapat membentuk karakteristik yang
dapat diperoleh dari permainan softball sehingga bisa disosialisakikan melalui
media olahraga yang dapat diaplikasikan berdarakan matakuliah sosiologi
olahraga
Daftar pustaka
Minggu, 04 November 2012
Teknik Lompat Tinggi
A. .Pengertian Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.
B. .Tahapan pada lompat tinggi
Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu :
a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar
b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan
c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar.
d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.
C. .Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1. .Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.
2. .Gaya Guling sisi ( Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.
3. .Gaya Guling (Straddle)
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.
Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.
Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.
4. .Gaya Fosbury Flop
Cara melakukanya:
.Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
Sumber : http://ws-or.blogspot.com/2011/04/teknik-lompat-jauh.html
Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.
B. .Tahapan pada lompat tinggi
Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu :
a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar
b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan
c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar.
d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.
C. .Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1. .Gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.
2. .Gaya Guling sisi ( Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.
3. .Gaya Guling (Straddle)
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.
Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.
Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.
4. .Gaya Fosbury Flop
Cara melakukanya:
.Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
.Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
.Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
D. .Peraturan asas lompat tinggi
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki
Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya
Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga
Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut peraturan
Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
Sumber : http://ws-or.blogspot.com/2011/04/teknik-lompat-jauh.html
Teknik Renang Gaya Dada
Teknik Renang Gaya Dada
Teknik dasar renang gaya dada:
1. latihan gerakan meluncur Meluncur merupakan teknik awal yang harus dikuasai perenang, latihan meluncur sangat penting untuk menghilangkan rasa takut dalam air, menyesuaikan suhu tubuh, dan menghilangkan resiko cedera.
- Berdiri dipinggir kolam, salah satu kaki menempel pada dinding kolam
- Badan dibungkukan de depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan mengapit telinga. - Tolakan kaki yang menempel di dnding kuat-kuat, badan akan meluncur ke depan
- Kedua kaki dan kedua lengan lurus ke depan
- Tubuh lurus dan jaga keseimbangan, posisi badan di atas permukaan air (stream line)
Latihan Gerakan kaki: Pelaksanaan:
- Sikap badan telungkup
- Kedua Tangan berpegangan pada dinding
- Kepala berada di permukaan air dan kedua kaki diluruskan
- Kedua kaki ditarik ke samping dan kedua kaki diluruskan
- Kemudian kedua kaki diluruskan sambil membuat lecutan pada saat ditutupkan
- Pergelangan kaki tetap relax
- lakukan secara berulang-ulang dengan kecepatan dan kekuatan penuh sehingga akan terasa adanya dorongan dalam meluncur ke depan
Latihan Gerakan Tangan:
Pelaksanaan:
- Kedua kaki dilekatkan pada dinding kolam
- Kedua tangan diluruskan dan kepala keluar dari permukaan air
- Tarik kedua tangan secara bersamaan ke arah bawah dada sambil kedua telapak tangan mengayuh air
- Lakukan secara berulang-ulang
- Dapat dilakukan dengan bantuan papan peluncur
Latihan mengambil nafas:
Prinsipnya sama dengan latihan gerakan tangan, yaitu pada kedua tangan ditarik ke samping, dagu di angkat ke atas permukaan air sambil menghirup udara.
Sumber: Bse Sodikin Candra
http://materipenjasorkes.blogspot.com/2012/04/teknik-renang-gaya-dada.html
Renang Gaya Punggung
Berikut ini belajar tentang renang gaya punggung
Posisi tubuh
Posisi tubuh atau sikap tubuh pada permukaan air gaya punggung adalah hidrodinamis atau streamline. Dengan kata lain, sikap tubuh yang hidrodinamis ini adalah sikap tubuh berada di atas permukaan air yang hampir sejalan dengan permukaan air. Sikap tubuh yang sejajar dengan permukaan air ini diperngaruhi oleh fungsi kaki yang efektif.
Posisi kepala pada gaya punggung pada dasarnya mengambil sikap tidur, sebagaimana posisi seseorang yang sedang tidur. Lakukan dengan sikap serileks mungkin, seolah sedang tidur dimana kepala mendapat bantal yang sangat tipis, sehingga sudut pandang yang dibentuk maksimal 45 derajat.
Posisi tubuh perenang gaya punggung seperti ini memungkinkan perenang berputar pada garus tubuh (garis pusat) sesuai dengan tuntutan dan gerak yang diinginkan oleh seorang perenang gaya punggung.
Gerakan kaki
Pada prinsipnya gerakan kaki sama seperti gerakan kaki gaya bebas. Tapi lantaran posisi tubuh yang terbalik, maka tekanan yang dilakukan menjadi berbeda.
Sumber gerak dari gerakan kaki juga dilakukan dari pangkal paha. Jangan sekali-kali membiasakan melakukan gerakan yang bersumber dari kaki bagian bawah. Sebab akibatnya sudut yang dibentuk bagian lutut menjadi berlebihan dan ini sering menghambat kelancaran gerak.
Karena posisinya yang terbalik dengan gaya bebas, maka gerak kaki juga hampir sebaliknya dengan gaya bebas, terutama menyangkut tekanan yang dilakukan dalam mendorong tubuh untuk bergerak maju.
Dorongan kaki yang maksimal merupakan hasil hentakan punggung kaki. Hentakan ini timbul karena pangkal paha dan kaki bawah secara beruntun dan bertahap turun untuk melakukan rangkaian gerak berikutnya dengan hentakan atau menendang. Pada gaya punggung, gerakan ini harus lebih diperhatikan.
Untuk melakukan gerak kaki ke bawah, ketika dimana kaki bagian bawah melakukan gerakan menurun, tidak menarik lutut hingga membengkok ke atas permukaan air. Akan tetapi lakukan gerakan ini karena pangkal paha turun dan diikuti menurunnya kaki bagian bawah. Sebelum melakukan ancang-ancang untuk melalukan hentakan.
Irama gerak kaki gaya punggung untuk jarak 200 meter akan lebih dalam dibanding jarak 100 meter. Sebagai patokan, ketika tungkai kaki bagian bawah turun, maka jarak dari permukaan air berkisar antara 30-40 cm.
Daya lentur atau kelenturan pergerlangan kaki, sangat menetukan kualitas dorong bagi tubuh perenang.
Beberapa bentuk latihan.
1. Di kolam dangkal: membelakangi dinding. Kedua tangan memegang dinding atau parit kolam untuk mengambil posisi telentang. Lakukakan gerakan kaki naik turun, dengan irama gerak lurus dan sumber tenaga berada pada pangkal paha.
2. Di kolam dalam: menggunakan papan latihan yang dipegang lurus di atas kepala. Kalau sudah mampu, secara bertahap melepaskan papan latihan. Sebagai pengganti bisa dengan kedua ibu jari saling berkaitan. Kepala hrus tetap lurus, dan usahakan lengan tidak menjadi kendor yang berakibat posisi tubuh tidak streamline lagi.
3. Untuk menghindari kemungkinan menurunnya pinggul dan posisi tubuh yang kuran streamline dari tubuh, dapat dilakukan pada saat kedua lengan lurus di atas kepala. Lakukan dengan melilitkan kedua lengan itu dengan posisi telapak tangan saling berhadapan dan berkaitan.
Pernafasan
Meskipun posisi gaya ini memungkinkan untuk mengambil udara dari atas pernukaan air setiap saat, tetapi cara bernafas perlu diatur sedemikian rupa terutama untuk menghindari kemungkinan, tetapi cara bernafas perlu diatur sedemikian rupa terutama untuk menghindari kemungkinan air tersedotnya air, baik melalui hidung maupun mulut saat mengambil udara.
Sebagai patokan, irama gerak dengam mengambil udara bisa dilakukan seperti pada gaya bebas. Bedanya, pada gaya bebas menganbil udara dengan memutar kepala ke arah kanan atau kiri, maka pada gaya punggung cukup dengan melihat irama gerak tangan yaitu saat lengan melakukan recovery atau saat lengan berada di atas permukaan air hingga akan masuk ke permukaan air. Lakukan pengambilan udara melalui mulut.
Membuang sisa pembakaran dilakukan melalui hidung dan mulut, ketika lengan lainnya melakukan recovery.
Untuk pemula, bisa diberikan dengan menganjurkan ambil nafas pada saat lengan di atas permukaan air. Dan membuang sisa pembakaran ketika lengan kiri berada diatas permukaan air.
Pelatih renang Donald L.Gambril menganjurkan latihan mengatur pernafasan gaya punggung dengan hitungan 2/1 – 3/1.
Kordinasi kaki – nafas
Sepintas lalu, melakukan kordinasi antara kaki dan nafas seakan merupakan hal yang sangat sederhana dan tidak terlalu sulit dikerjakan. Kordinasi ini berpengaruh pada daya dorong tubuh saat berenang. Bagi pemula, seringkali menemukan kesulitan melakukan kordinasi gerakan kaki sambil mengambil udara di atas permukaan air. Oleh sebab itu perlu latihan secara bertahap.
Kordinasi kaki dengan nafas dapat diberikan, sementara kaki bergerak naik turun. Diajurkan menghitung irama kaki (2 pukulan kaki, 4 pukulan, 6 pukulan ?) sesuai permintaan dan setelah berakhir hitungan, ambil udara melalui mulut. Setelah ditahan sepanjang hitungan, buang sisa permbakaran melalui hidung pula.
Rotasi tangan
Melihat gerak rotasi tangan pada gaya punggung, terdiri dari beberapa fase:
1. fase masuknya tangan ke permukaan air.
1.1. Fase saat masuknya tangan ke permukaan air, patokannya adalah perpanjangan garus bahu dan masuk permukaan air dengan kelingking dan telapak tangan menghadap ke luar.
1.2. Fase ini dilakukan segera setelah berakhirnya fase istirahat, dimulai dengan masuknya tangan ke permukaan air melalui kelingking dan telapak tangan menghadap keluar. Kedalaman masuknya tangan di bawah permukaan air akan banyak tergantung dari daya lentuk atau kelentukan bagian tubuh yang bersangkutan.
1.3. untuk mencapai kedalaman tangan setelah melakukan fase masuknya tangan ke permukaan air, pada akhir putaran lengan hendaknya dilakukan atau dibantu dengan rotasi tubuh yang berputar pada porosnya. Bila lengan kanan yang berputar, maka akhir dari putaran itu dibantu dengan royasi tubuh dengan mengangkat bahu kiri hingga keluar permukaan air, sebagai akibatnya lengan yang masuk akan terdorong lebih dalam. Cara yang sama bisal dilakukan untuk lengan lainnya dengan rangkaian gerak yang berbeda dengan uraian tadi.
1.4. Fase masuknya tangan ke permukaan air, berakhir sebelum fase menangkap akan dimulai dan patokan kedalaman bisa berkisar antara 25-35 cm dari permukaan air.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase ini adalah:
1. Masuknya tangan ke permukaan air terlalu lebar dan keluar terlalu jauh dari garis perpanjangan bahu tangan.
2. Masuknya tangan terlalu ke dalam hingga menyilang di atas kepala,
3. Masuk permukaan air dengan dimulai oleh punggung tangan.
2. Fase Menangkap
Fase ini dikerjakan pada ke dalaman tangan di bawah permukaan air antara 25-35cm, setelah berakhirnya fase masuknya tangan di permukaan air. Sudut yang dibentuk pada sikut sekitar 60 derajat.
3. Fase menarik
Fase menarik dilakukan dengan telapak tangan dan tungkai tangan bagian bawah bergerak lebih dahulu. Saat melakukan gerakan ini perlu diperhatikan posisi telapak tangan pada posisi menyapu (telapak tangan tidak datar mendorong, melainkan sedikit miring agar tekanan). Akhir gerakan menyapu ini, hendaknya membentuk sudut pada sikut antara 90 derajat hingga 100 derajat. Sebagai patokan agar ujung-ujung jari berada di bawah permukaan pada kedalaman 7-10 cm dari permukaan air.
Pada tarikan yang dikerjakan adalah “s”, saat melakukan fase menarik hendaknya dapat dihindarkan sikut tidak lebih dahulu ditarik sehingga menimbulkan gerakan “drops elbow”. Fase menarik atau sapuan ke dalam dapat digunakan patokan dengan ujung jari berakhir kira-kira sedikit di bawah garis bahu ke arah melebar.
Pada fase ini hindarkan melakukan gerakan dengan posisi lengan terlalu lurus ataupun posisi lengan yang terlalu dekat dengan tubuh.
4. Fase menekan
Fase ini adalah suatu fase dimana tangan melakukan dorongan atau tekanan akhir. Saat melakukan dorongan akhir, telapak tangan menghadap ke depan dengan arah sejajar dengan pandangan tubuh dan menghadap ke arah bawah tubuh.
Posisi ini bisa membantu akselerasi lengan di saat melakukan fase menekan, sehingga bahu yang berlawanan dengan tangan yang melakukan tekanan terangkat naik.
Fase yang satu ini dimulai dari bawah bagian bahu hingga berakhir pada kedalaman sekitar 20-30 cm dari permukaan air. Akhir dari fase ini hendaknya dilakukan dengan seluruh bagian lengan, dan diakhiri hentakan telapak tangan.
5. Fase istirahat
Fase ini dimulai setelah telapak tangan melakukan akhir dari fase menekan dan akibat dari hentakan telapak tangan. Ibu jari akan keluar dari permukaan air lebih dahulu. Akhir dari fase istirakat ini adalah saat kelingking akan mulai melakukan atau mengerjakan masuknya tangan ke permukaan air.
6. Fase kordinasi tangan kanan – kiri
Meskipun kordinasi tangan kanan dan kiri cukup terlatih melakuka rotasi lengan secara bergantian. Pelatih harus memberikan petunjuk yang menyangkut kordinasi kedua lengan secara bergantian.
Patokan yang digunakan untuk kordinasi tangan kanan dan kiri bisa dilakukan ketika kelingking salah satu tangan masuk ke permukaan air dan bergerak masuk lebih dalam. Maka saat ini pula ibu jari tangan yang lainnya ke luar dari permukaan air untuk mengerjakan fase istirahat.
7. kordinasi nafas – tangan
kordinasi nafas dan tangan bagi pemula agak sulit dilatih. Oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan latihan berulang-ulang sehingga terlatih dan berikutnya bergerak secara otomatis.
Beberapa bentuk latihan kordinasi
7.1. Melakukan catch-up gaya punggung, salah satu lengen berada di samping tubuh dan satu lengan lainnya melakukan rotasi. Kerjakan saat lengan mengambil fase istirahat, ambil udara melalui mulut dan tahan beberapa saat ketika lengan mengerjakan fase masuknya tangan ke dalam permukaan air. Lanjutkan membuang sisa pembakaran melalui hidung saat lengan mulai melakukan sapuan atau fase dorongan akhir yang berakhir di bawah pinggul. Cara yang sama bisa dikerjakan untuk lengan lainnya.
7.2. Irama pernafasan dengan hypoxic 5/1 atau 7/1 bisa dilakuakn sebagai bentuk latihan kordinasi nafas dengan tangan.
8. kordinasi kaki-nafas-tangan.
Gaya punggung adalah gaya renang yang mengkordinasikan kaki-nafas, dan tangan. Untuk menguasai rangkaian gerak keseluruhan, diperlukan latihan bagian hingga gerak menjadi otomatis dan melakukannya dengan benar.
Beberapa macam bentuk latihan catch-up atau gaya, bisa digunakan sebagai alternatif perbaikan gerak gaya dalam mencapai prestasi maksimal.
Sumber : http://majalahrenangindonesia.blogspot.com/2012/01/tehnik-dasar-gaya-punggung.html
Peraturan Futsal
Futsal merupakan olahraga yang terus berkembang samapai saat ini, berbagai peraturan penyempurnaan terbaru bermunculan hingga saat ini. Sosialisasi terus dilakukan guna menyempurnakan dan memasayrakatkan olahraga ruangan ini. Dibawah ini sedikit peraturan yang mungkin berguna untuk pembelajaran di sekolah.
PERATURAN untuk LAPANGAN: Dalam membuat sebuah lapangan untuk pertandingan permainan bola futsal tidak sembarangan buat, namun FIFA telah menetapkan persyaratan khusus . FIFA tlah membuat sebuah kesepakatan untuk membuat lapangan futsal dengan ukuran panjang : Minimum 25 m – Maksimum 42 m | untuk Lebar : Minimum 15 m – Maksimum 25 m (standar nasional).
Sedangkan untuk standar international :
Panjang : Minimum 38 m – Maksimum 42 m
Lebar : Minimum 18 m – Maksimum 25 m
Lama permainan
1. Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2. Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Tanda/Batas Lapangan
Lapangan ditandai dengan garis-garis yang melekat pada lapangan dan garis-garis tersebut berfungsi sebagai pembatas. Dua garis terluar yang lebih panjang disebut sebagai garis pembatas lapangan. Dua garis pendek disebut garis gawang.
Semua garis memiliki lebar 8 cm
Lapangan dibagi dua yang dibelah oleh garis tengah lapangan. Tanda/Titik tengah ditandai dengan sebuah titik di tengah-tengah garis tengah lapangan. Titik tengah dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan radius 3 meter.
Lapangan dan perangkatnya adalah seperti diperlihatkan dalam gambar dibawah ini :
Daerah Pinalti
Daerah Pinalti ditentukan pada setiap sisi akhir dari lapangan sebagai berikut :
Seperempat lingkaran dengan radius 6 meter berada ditengah-tengah pada garis gawang. Seperempat lingkaran digambarkan dari garis gawang sampai bertemu dengan garis bayangan yang berada ditengah pada sudut kanan pada garis gawang dari sisi luar posisi tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan oleh garis sepanjang 3.16 meter yang membentang sejajar dengan garis gawang.
Garis kurva yang terbentuk merupakan garis terluar dari daerah penalti yang disebut sebagai Garis Wilayah Penalti.
Titik Penalti
Titik Penalti berjarak 6 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang terebut.
Titik Penalti Kedua
Titik Penalti Kedua berjarak 10 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang tersebut.
Bujur Sudut (Titik Tendangan Pojok)
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan
Zona Pengganti Pemain
Zona Pengganti Pemain ditempatkan persis di depan bangku tim dimana cadangan dari tim official berada. Zona ini adalah tempat dimana pemain masuk dan keluar lapangan apabila terdapat pergantian pemain.
Zona Penggantian Pemain memiliki panjang 5 meter. Zona ini ditandai pada setiap sisinya dengan sebuah garis yang memotong garis pembatas lapangan. Lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm berada di dalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Jarak antara masing-masing zona penggantian pemain dengan titik perpotongan garis tengah lapangan dengan garis pembatas lapangan adalah 5 meter. Ruang yang bebas ini, secara langsung berada di depan meja penjaga waktu, harus tetap terjaga kebebasan pandangannya.
Gawang
Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari garis gawang. Gawang terdiri dari dua buah tiang sejajar vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan batang horisontal
Jarak kedua tiang vertikal adalah 3 meter dan jarak dari sisi bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan adalah 2 meter
Tiang vertikal maupun tiang horisontal memiliki lebar dan kedalaman 8 cm. Net (jaring), terbuat dari tali rami, goni, atau nilon. Dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan tiang horisontal pada sisi belakang gawang. Bagian yang bawah didukung oleh batangan melengkung ataupun bentuk lainnya untuk memberi ketahanan yang cukup.
Kedalaman gawang adalah jarak dari ujung bagian dalamdari posisi gawang langsung ke arah sisi luar lapangan, minimal 80 cm pada bagian atas dan 100 cm pada bagian bawah (permukaan lapangan)
Bola
1. Ukuran: #4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
Keamanan
Gawang dapat dipindah-pindahkan tetapi harus dapat tetap kokoh berdiam aman di permukaan lapangan selama pertandingan berlangsung.
Permukaan Lapangan
Permukaan lapangan haruslah mulus dan rata serta tidak kasar atau kesat.Penggunaan bahan dari kayu atau bahan buatan lainnya lebih dianjurkan. Beton ataupun Bata harus dihindarkan unutk menghindari kemungkinan cedera.
Keputusan dan Penegasan
Jika ukuran garis gawangadalah 15 meter dan 16 meter, radius ukuran seperempatnya lingkaran hanya sebesar 4 meter. Dalam hal ini, titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis wilayah penalti, tetapi berada tetap pada jarak 6 meter dari titik tengah antara posisi Tiang gawang.
Penggunaan (lempengan) tanah rumput, ataupun tanah rumput buatan atau tanah lembut diperbolehkan untuk pertandingan yang dimainkan di dalam kompetisi domestik, tetapi tidak diperbolehkan untuk pertandingan internasional.
Tanda garis putih 5 meter dari busur pojok lapangan dibuat agar diperhatikan oleh pemain pada saat dilakukannya sepak pojok. Lebar tanda ini adalah 8cm
Tempat duduk para pemain cadangan dan official adalah di belakang garis pembatas lapangan tepat disamping zona bebas yang berada di depan meja penjaga waktu.
Langganan:
Komentar (Atom)