MAKALAH
SOSIOLOGI OLAHRAGA
KARAKTERISTIK
PERMAINAN SOFTBALL

PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Softball
semakin popular di Indonesia. Olahraga ini dianggap sebagai aktivitas fisik,
sekaligus permainan yang dapat menggembirakan para pemainnya.Selain diajarkan
di sekolah-sekolah dan untuk dipertandingkan, olahraga ini juga merupakan
olahraga rekreasi. Karakteristik permainan softball dalam dunia olahraga banyak
sekali macam cabang olahraga. Softball adalah salah satunya. Softball boleh
dikatakan olahraga yang sekarang ini digemari di Indonesia, terutama para
pelajar dan mahasiswa. Bahkan sekarang olahraga permainan ini sangat menarik,serta menggunakan
terikan-teriakan dengan istilah asing.Hal ini membuat permainan softball menjadi
permainan yang sangat digemari oleh anak muda.
Permainan
softball diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama
kali di Chicago. Peraturan Permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan
pada tahun 1916 diperbaiki oleh Mattew.Pada tahun 1930, ada perubahan permainan
dari indoor ke outdoor oleh H.Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968,
permainan softball diperkenalkan di asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila.
Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya
tahun 1969.
Permainan
softball merupakan cabang olahraga yang cukup populer Indonesia, hal ini
terlihat dengan semakin banyaknya perkumpulan-perkumpulan softball di kota-kota
besar maupun di daerah-daerah. Selain itu juga minat para generasi muda terhadap
cabang olahraga ini, baik di perguruan tinggi, sekolah-sekolah semakin menunjukkan
perhatian yang tinggi. Hal ini tentu sangat mempengaruhi untuk pembinaan dan prestasi
dimasa yang akan datang.
terlihat dengan semakin banyaknya perkumpulan-perkumpulan softball di kota-kota
besar maupun di daerah-daerah. Selain itu juga minat para generasi muda terhadap
cabang olahraga ini, baik di perguruan tinggi, sekolah-sekolah semakin menunjukkan
perhatian yang tinggi. Hal ini tentu sangat mempengaruhi untuk pembinaan dan prestasi
dimasa yang akan datang.
Dalam
pembahasan kali ini akan dibatasi pada pembahasan karakteristik pemain softball sesuai dengan posisi yang biasa di
mainkan.
BAB II
KAJIAN TEORI
Kemampuan
adalah terjemahan dari kata ‘ability’ yang hampir sama dengan
pengertian keterampilan, padahal dua kata ini mempunyai pengertian
yang berbeda Keterampilan diskrit yang diartikan oleh Scmidt yang dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun
(1996:91) sebagai keterampilan yang ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari
gerakannya, yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat, seperti melempar bola,
menendang bola, gerakan-gerakan dalam senam artistic atau menembak. Magil
menyebutkan tetntang keterampilan berkelanjutan (continuous skill), dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun (1996:91) bahwa jika suatu keterampilan mempunyai awal dan
akhir gerakan yang selalu nerubah-ubah, maka keterampilan itu dikategorikan sebagai
keterampilan berkelanjutan, dalam hal ini bisa jadi pelakulah yang menentukan titik awal
dan akhir dari keterampilan termaksud bkan keterampilan itu sendiri. Keterampilan serial
(serial skill) Menurut Schmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun (1996:91) adalah
keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan diskrit,
yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau keterampilan yang lebih
kompleks.Pada permainan softball bahwa keterampilan pula sangat menunjang karakteristik permain dalam memainkan permainan softball tersebut.
(1996:91) sebagai keterampilan yang ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari
gerakannya, yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat, seperti melempar bola,
menendang bola, gerakan-gerakan dalam senam artistic atau menembak. Magil
menyebutkan tetntang keterampilan berkelanjutan (continuous skill), dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun (1996:91) bahwa jika suatu keterampilan mempunyai awal dan
akhir gerakan yang selalu nerubah-ubah, maka keterampilan itu dikategorikan sebagai
keterampilan berkelanjutan, dalam hal ini bisa jadi pelakulah yang menentukan titik awal
dan akhir dari keterampilan termaksud bkan keterampilan itu sendiri. Keterampilan serial
(serial skill) Menurut Schmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun (1996:91) adalah
keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan diskrit,
yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau keterampilan yang lebih
kompleks.Pada permainan softball bahwa keterampilan pula sangat menunjang karakteristik permain dalam memainkan permainan softball tersebut.
Di
Indonesia softball mirip dengan permainan bola kasti. Permainan soft ball
adalah permaina yang dimainkan oleh dua regu,masing-masing regu terdiri dari
9orang dan dapat pula ditambah seorang pemukul DH(designatedhitter).Permainan ini dimainkan di luar ruangan dengan
lapangan yang berbentuk bujur sangkar atau yang biasa dinamakan diamond,pada
setiap sudut terdapat base yang berbentuk segi empat kecuali home plate yang berbentuk segi lima.Lama
permainan softball ditentukan dengan inning,masing-masing regu akan mendapat
giliran 7 kali menjadi regu penjaga dan 7 kali menjadi regu penyerang.Regu
penyerang menjadi regu penjaga apabila telah terjadi 3 mati,dengan demikian
regu yang semula menjadi regu penjaga mendapat giliran untuk menjadi regu
penyerang. Ada beberapa faktor penunjang mengapa olahraga softball sebetulnya
bisa berkembang pesat di Indonesia :
·
Faktor lapangan. Lapangan permainan
softall tidak terlalu luas.Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri,tetapi
ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.
·
Faktor manusia. Softball dapat dimainkan
oleh setiap orang tidak memandang usia,baik pria maupun wanita.Setiap regu
terdiri dari 9 orang,dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan.
·
Faktor peraturan. Dasar untuk permainan
softball sebetulnya sudah dikenal di Indonesia.Sebagai contoh,adanya permainan
kasti dan rounders.
·
Faktor sifat. Pemainan softball
merupakan kombinasi dari permainan ketangkasan dan otak(pikiran),sehingga
mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain.
·
Faktor peralatan. Softball adalah
olahraga beregu,maka peralatan dapat disediakan bersama.Sehingga harga
peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki secara gotong royong.
Setiap
cabang olahraga mempunyai karakteristik yang berbeda, ciri dari
permainan
softball dapat dilihat dari sifat permainan, teknik-teknik gerak, peraturan permainan dan
perlengkapan yang digunakan. Softball adalah permainan cepat dan tepat artinya
permainan ini memerlukan kecepatan dalam berlari, kecepatan dalam memukul,
ketepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan
menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu
melemparkan bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.
softball dapat dilihat dari sifat permainan, teknik-teknik gerak, peraturan permainan dan
perlengkapan yang digunakan. Softball adalah permainan cepat dan tepat artinya
permainan ini memerlukan kecepatan dalam berlari, kecepatan dalam memukul,
ketepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan
menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu
melemparkan bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.
BAB
III
PEMBAHASAN
Hubungan Softball dengan
Ketepatan
Hampir seluruh cabang
olahraga memerlukan faktor ketepatan untuk memperoleh
kemenangan seperti basket, tennis, panahan dan sebagainya. Softball juga termasuk
dalam cabang olahraga yang memerlukan ketepatan dalam melempar bola secara
akurat tidak hanya seorang pitcher semua pemainnya pun harus mampu melemparkan
bolanya secara tepat dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Imam
Hidayat mengenai ketepatan dalam melempar adalah sebagai berikut : “Agar ketepatan
melempar lebih baik maka perlu digunakan prinsip Flattening of the arch. Pada prinsip
ini, ketepatan ditentukan oleh besarnya sebaran (divergensi). Pada dasarnya ketepatan pada softball berpengaruh pada pengembangan karakter yang dapat diperoleh dari permainan softbal dan bisa diaplikasikan dalm proses sosialisasi dengan media olahraga.Ketepatan akan melekat pada pengembangan karakter pemain dan peserta untuk bisa menciptakan kesempurnaan dalam menciptakan keputusan-keputusan dalam proses sosilalisasi olahraga.
kemenangan seperti basket, tennis, panahan dan sebagainya. Softball juga termasuk
dalam cabang olahraga yang memerlukan ketepatan dalam melempar bola secara
akurat tidak hanya seorang pitcher semua pemainnya pun harus mampu melemparkan
bolanya secara tepat dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Imam
Hidayat mengenai ketepatan dalam melempar adalah sebagai berikut : “Agar ketepatan
melempar lebih baik maka perlu digunakan prinsip Flattening of the arch. Pada prinsip
ini, ketepatan ditentukan oleh besarnya sebaran (divergensi). Pada dasarnya ketepatan pada softball berpengaruh pada pengembangan karakter yang dapat diperoleh dari permainan softbal dan bisa diaplikasikan dalm proses sosialisasi dengan media olahraga.Ketepatan akan melekat pada pengembangan karakter pemain dan peserta untuk bisa menciptakan kesempurnaan dalam menciptakan keputusan-keputusan dalam proses sosilalisasi olahraga.
Bahu yang
bergerak sedikit memiliki divergensi yang besar karena busurnya bergerak
sedikit, sedangkan bahu yang bergerak banyak memiliki divergensi yang
kecil karena busurnya begerak banyak. Untuk menghasilkan ketepatan
yang baik, divergensi yang dimiliki oleh busur harus
sekecil-kecilnya karena dengan divergensi yang kecil
akan memudahkan
pengonrolan bola. Busur yang dimaksud disini adalah geran lengan pitcher pada saat
melemparkan bola ke bidang sasaran. Prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kalau saat mengayun bahu tidak bergerak, maka divergensinya akan besar .
b. Kalau saat mengayun bahu bergerak sedikit, maka divergensinya akan berkurang besarnya.
pengonrolan bola. Busur yang dimaksud disini adalah geran lengan pitcher pada saat
melemparkan bola ke bidang sasaran. Prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kalau saat mengayun bahu tidak bergerak, maka divergensinya akan besar .
b. Kalau saat mengayun bahu bergerak sedikit, maka divergensinya akan berkurang besarnya.
c. Kalau
saat mengayun bahu bergerak banyak, maka divergensinya akan lebih
kecil
dibandingkan
dengan bahu yang bergerak sedikit.
Terdapat karakteristik yang diperoleh dari posisi pemain
sofball yang bisa disosialisasikan pada penanamannya dalm bersosialisasi pada
media olahraga antara lain :
·
Karakteristik
dari pemain pelempar bola (Pitching)
Permainan
dimulai pada saat umpire memulai pertandingan dan meneriakkan kata “Play Ball”.
Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaganya masing-masing, pertarungan
antara pitcher di tim bertahan dan batter di tim yang mendapat giliran memukul
dapat dimulai. Seorang pitcher berdiri diatas plate dan menghadap ke
arahcatcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke mitt catcher.
Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike (strike
zone), dimana hasil akhir lemparan terdapat diatas home plate dan tingginya
tidak lebih dari dada dan tidak kurang dari lutut batter. Jika bola dalam zona
strike tidak terpukul oleh batter, maka umpire akan berteriak “strike”. Dan
apabila bola keluar dari zona strike, namun batter tidak mencoba memukul bola
maka umpire akan berteriak “ball”. Zona strike adalah zona dimana bola dalam
wilayah pukul batter. Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola
strike dengan sekuat tenaga agar batter kesusahan memukul bola walaupun bola
berada di zona pukulnya. Sehingga tantangan seorang pitcher adalah melempar
dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.Dalam hal ini seorang
pitcher adalah yang menunjukan kepribadian dengan pertimbangan yang matang,dia
bisa lebih mampu jiwa bersosialisi karena keberadaannya dalam lapangan
merupakan pusat perhatian dari pemain lain,sehingga dia terbiasa berhubungan
secara langsung maupun tidak langsung dengan orang lain.
·
Karakteristik
dari Penangkap bola (catcher)
Dalam
satu regu setidaknya memiliki satu orang catcher. Catcher dilengkapi dengan
perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher. Catcher menggunakan
helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk
melindungi daerah badan dan legguard untuk melindungi daerah lutut kebawah. Posisi
catcher adalah jongkok di belakang batter. Seorang pitcher dan catcher
diharuskan memiliki komunikasi yang baik dengan isyarat-isyarat untuk
bekerjasama mematikan seorang batter. Seorang catcher kadang adalah pengatur
strategi yang baik, karena dalam pertandingan catcher dapat melihat seluruh
situasi yang terjadi di depannya.Dalam hal ini,seorang catcher mempunyai
kebiasaan cermat terhadap sesuatu hal datang pada dirinya sehingga proses
soisialisasi bisa berlangsung baik pada dirinya secara cermat dan mudah cepat
tanggap dalam bersosialisasi.
·
Karakteristik
dari Penjaga (fielder)
Selain
pitcher posisi 1 dan catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang
terbagi dalam 4 penjaga daerah alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar
(outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3,
penjaga base dua (2nd base) posisi 4,
Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga
(3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left
fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9.
Semua fielder (termasuk pitcher dan catcher) berusaha mematikan 3 orang tim
lawan agar mendapat giliran memukul. Karena run hanya bisa didapatkan dalam
posisi menyerang.Dalam hal ini,seorang penjaga akan lebih mudah beradaptasi
kepada lingkungannya dan dapat menjaga sosialisasi kepada masyarakat dan
lingkungannya.
·
Karakteristik
pada pemukul (Batting)
Tiap
batter mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. 3 kali strike akan membuat
batter mati “Strike Out”. Dan apabila 4 kali ball maka batter diperbolehkan jalan
bebas kearah base satu (free walk). Apabila batter berhasil memukul bola,
batter akan berlari sekuat tenaga mencapai base satu sebelum bola pukulannya
dikembalikan atau di tangkap oleh penjaga base satu. Jika batter berhasil
sampai di base satu sebelum penjaga base satu menangkap bola maka batter “safe”.
Namun bila penjaga base satu lebih cepat menangkap bola, maka batter “out”.
Terdapat berbagai macam jenis memukul. Hit, Bunt, hit and run, Steal dan
lain-lain. Tergantung situasi yang terjadi saatitu. Berbagai macam jenis hit
digunakan sesuai strategi yang akan ditempuh tim penyerang.Pada pengembangan
karakter yang terdapat pada seorang pemukul ( batting ) dalam hal ini juga
berpengaruh pada pengambil keputusan yang cermat karena keputusan yang berani
ia ambil diperoleh dari situasi-situasi tertentu dan pada kesempatan-kesempatan
yang terbatas.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari sefi faktor
lapangan, lapangan permainan Softball tidak terlalu luas, berupa lapangan 4 x
20 meter lebar sisinya (60 feet).Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri,
tetapi ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.Dari
segi faktor manusia, Softball dapat dimainkan oleh setiap orang, tidak
memandang usia, baik pria maupuan wanita.Setiap regu terdiri dari 9 orang
yaitu: pitcher posisi 1, catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang
fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerahd alam (infielder) dan 3 orang
penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st
base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base)posis 4, Penjaga antara base dua dan tiga
(shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan
penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center)
posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9., dalam permainan ada 2 regu yang
berlawanan.Dasar-dasar, dasar untuk permainan Softball, sebetulnya sudah
dikenal di Indonesia. Sebagai contoh, adanya permainan kasti dan rounders. Sifat-sifat, olahraga Softball
merupakan kombinasi dari olahraga ketangkasan dan otak (pikiran), sehingga
mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain. Peralatan, karena Softball adalah
olahraga beregu, maka peralatan dapat disediakan bersama. Sehingga harga
peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki, secara gotong-royong. Kelanjutan,
oleh karena tiap-tiap tahun sudah disusun acara-acara pertandingan,maka
kelanjutan setiap tahun permainan dapat terjamin. Seperti kompetisi setempat,
kompetisi nasional, kompetisi internasional, Pekan Olahraga Nasional dan
sebagainya.Pada permainan ini diharapkan dapat membentuk karakteristik yang
dapat diperoleh dari permainan softball sehingga bisa disosialisakikan melalui
media olahraga yang dapat diaplikasikan berdarakan matakuliah sosiologi
olahraga
Daftar pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar