Selasa, 06 November 2012

Sosiologi Olahraga



MAKALAH SOSIOLOGI OLAHRAGA
KARAKTERISTIK PERMAINAN SOFTBALL





















PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Softball semakin popular di Indonesia. Olahraga ini dianggap sebagai aktivitas fisik, sekaligus permainan yang dapat menggembirakan para pemainnya.Selain diajarkan di sekolah-sekolah dan untuk dipertandingkan, olahraga ini juga merupakan olahraga rekreasi. Karakteristik permainan softball dalam dunia olahraga banyak sekali macam cabang olahraga. Softball adalah salah satunya. Softball boleh dikatakan olahraga yang sekarang ini digemari di Indonesia, terutama para pelajar dan mahasiswa. Bahkan sekarang olahraga permainan ini  sangat menarik,serta menggunakan terikan-teriakan dengan istilah asing.Hal ini membuat permainan softball menjadi permainan yang sangat digemari oleh anak muda.
Permainan softball diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama kali di Chicago. Peraturan Permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916 diperbaiki oleh Mattew.Pada tahun 1930, ada perubahan permainan dari indoor ke outdoor oleh H.Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968, permainan softball diperkenalkan di asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila. Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.
Permainan softball merupakan cabang olahraga yang cukup populer Indonesia, hal ini
terlihat dengan semakin banyaknya perkumpulan-perkumpulan softball di kota-kota
besar maupun di daerah-daerah. Selain itu juga minat para generasi muda terhadap
cabang olahraga ini, baik di perguruan tinggi, sekolah-sekolah semakin menunjukkan
perhatian yang tinggi. Hal ini tentu sangat mempengaruhi untuk pembinaan dan prestasi
dimasa yang akan datang. 
Dalam pembahasan kali ini akan dibatasi pada pembahasan karakteristik pemain  softball sesuai dengan posisi yang biasa di mainkan.





BAB II
KAJIAN TEORI

Kemampuan adalah terjemahan dari kata ‘ability’ yang hampir sama dengan pengertian keterampilan, padahal dua kata ini mempunyai pengertian yang berbeda Keterampilan diskrit yang diartikan oleh Scmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun
(1996:91) sebagai keterampilan yang ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari
gerakannya, yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat, seperti melempar bola,
menendang bola, gerakan-gerakan dalam senam artistic atau menembak. Magil
menyebutkan tetntang keterampilan berkelanjutan (continuous skill), dikutif oleh
Mahendra dan Ma’mun (1996:91) bahwa jika suatu keterampilan mempunyai awal dan
akhir gerakan yang selalu nerubah-ubah, maka keterampilan itu dikategorikan sebagai
keterampilan berkelanjutan, dalam hal ini bisa jadi pelakulah yang menentukan titik awal
dan akhir dari keterampilan termaksud bkan keterampilan itu sendiri. Keterampilan serial
(serial skill) Menurut Schmidt yang dikutif oleh Mahendra dan Ma’mun (1996:91) adalah
keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan diskrit,
yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau keterampilan yang lebih
kompleks.Pada permainan softball bahwa keterampilan pula sangat menunjang karakteristik permain dalam memainkan permainan softball tersebut.
Di Indonesia softball mirip dengan permainan bola kasti. Permainan soft ball adalah permaina yang dimainkan oleh dua regu,masing-masing regu terdiri dari 9orang dan dapat pula ditambah seorang pemukul DH(designatedhitter).Permainan ini dimainkan di luar ruangan dengan lapangan yang berbentuk bujur sangkar atau yang biasa dinamakan diamond,pada setiap sudut terdapat base yang berbentuk segi empat kecuali home plate yang berbentuk segi lima.Lama permainan softball ditentukan dengan inning,masing-masing regu akan mendapat giliran 7 kali menjadi regu penjaga dan 7 kali menjadi regu penyerang.Regu penyerang menjadi regu penjaga apabila telah terjadi 3 mati,dengan demikian regu yang semula menjadi regu penjaga mendapat giliran untuk menjadi regu penyerang. Ada beberapa faktor penunjang mengapa olahraga softball sebetulnya bisa berkembang pesat di Indonesia :
·         Faktor lapangan. Lapangan permainan softall tidak terlalu luas.Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri,tetapi ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.
·         Faktor manusia. Softball dapat dimainkan oleh setiap orang tidak memandang usia,baik pria maupun wanita.Setiap regu terdiri dari 9 orang,dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan.
·         Faktor peraturan. Dasar untuk permainan softball sebetulnya sudah dikenal di Indonesia.Sebagai contoh,adanya permainan kasti dan rounders.
·         Faktor sifat. Pemainan softball merupakan kombinasi dari permainan ketangkasan dan otak(pikiran),sehingga mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain.
·         Faktor peralatan. Softball adalah olahraga beregu,maka peralatan dapat disediakan bersama.Sehingga harga peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki secara gotong royong.

Setiap cabang olahraga mempunyai karakteristik yang berbeda, ciri dari permainan
softball dapat dilihat dari sifat permainan, teknik-teknik gerak, peraturan permainan dan
perlengkapan yang digunakan. Softball adalah permainan cepat dan tepat artinya
permainan ini memerlukan kecepatan dalam berlari, kecepatan dalam memukul,
ketepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan
menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu
melemparkan bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.








BAB III
PEMBAHASAN

Hubungan Softball dengan Ketepatan 
Hampir seluruh cabang olahraga memerlukan faktor ketepatan untuk memperoleh
kemenangan seperti basket, tennis, panahan dan sebagainya. Softball juga termasuk
dalam cabang olahraga yang memerlukan ketepatan dalam melempar bola secara
akurat tidak hanya seorang pitcher semua pemainnya pun harus mampu melemparkan
bolanya secara tepat dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Imam
Hidayat mengenai ketepatan dalam melempar adalah sebagai berikut : “Agar ketepatan
melempar lebih baik maka perlu digunakan prinsip Flattening of the arch. Pada prinsip
ini, ketepatan ditentukan oleh besarnya sebaran (divergensi). Pada dasarnya ketepatan pada softball berpengaruh pada pengembangan karakter yang dapat diperoleh dari permainan softbal dan bisa diaplikasikan dalm proses sosialisasi dengan media olahraga.Ketepatan akan melekat pada pengembangan karakter pemain dan peserta untuk bisa menciptakan kesempurnaan dalam menciptakan keputusan-keputusan dalam proses sosilalisasi olahraga.
Bahu yang bergerak sedikit memiliki divergensi yang besar karena busurnya bergerak sedikit, sedangkan bahu yang bergerak banyak memiliki divergensi yang kecil karena busurnya begerak banyak. Untuk menghasilkan ketepatan yang baik, divergensi yang dimiliki oleh busur harus sekecil-kecilnya karena dengan divergensi yang kecil akan memudahkan
pengonrolan bola. Busur yang dimaksud disini adalah geran lengan pitcher pada saat
melemparkan bola ke bidang sasaran. Prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.  Kalau saat  mengayun bahu tidak bergerak, maka divergensinya akan besar .
b.  Kalau saat mengayun bahu bergerak sedikit, maka divergensinya akan berkurang  besarnya.
c.  Kalau saat mengayun bahu bergerak banyak, maka divergensinya akan lebih kecil 
dibandingkan dengan bahu yang bergerak sedikit.






Terdapat  karakteristik yang diperoleh dari posisi pemain sofball yang bisa disosialisasikan pada penanamannya dalm bersosialisasi pada media olahraga antara lain :

·         Karakteristik dari pemain pelempar bola (Pitching)
Permainan dimulai pada saat umpire memulai pertandingan dan meneriakkan kata “Play Ball”. Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaganya masing-masing, pertarungan antara pitcher di tim bertahan dan batter di tim yang mendapat giliran memukul dapat dimulai. Seorang pitcher berdiri diatas plate dan menghadap ke arahcatcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke mitt catcher. Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike (strike zone), dimana hasil akhir lemparan terdapat diatas home plate dan tingginya tidak lebih dari dada dan tidak kurang dari lutut batter. Jika bola dalam zona strike tidak terpukul oleh batter, maka umpire akan berteriak “strike”. Dan apabila bola keluar dari zona strike, namun batter tidak mencoba memukul bola maka umpire akan berteriak “ball”. Zona strike adalah zona dimana bola dalam wilayah pukul batter. Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola strike dengan sekuat tenaga agar batter kesusahan memukul bola walaupun bola berada di zona pukulnya. Sehingga tantangan seorang pitcher adalah melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.Dalam hal ini seorang pitcher adalah yang menunjukan kepribadian dengan pertimbangan yang matang,dia bisa lebih mampu jiwa bersosialisi karena keberadaannya dalam lapangan merupakan pusat perhatian dari pemain lain,sehingga dia terbiasa berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan orang lain.
·         Karakteristik dari Penangkap bola (catcher)
Dalam satu regu setidaknya memiliki satu orang catcher. Catcher dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher. Catcher menggunakan helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk melindungi daerah badan dan legguard untuk melindungi daerah lutut kebawah. Posisi catcher adalah jongkok di belakang batter. Seorang pitcher dan catcher diharuskan memiliki komunikasi yang baik dengan isyarat-isyarat untuk bekerjasama mematikan seorang batter. Seorang catcher kadang adalah pengatur strategi yang baik, karena dalam pertandingan catcher dapat melihat seluruh situasi yang terjadi di depannya.Dalam hal ini,seorang catcher mempunyai kebiasaan cermat terhadap sesuatu hal datang pada dirinya sehingga proses soisialisasi bisa berlangsung baik pada dirinya secara cermat dan mudah cepat tanggap dalam bersosialisasi.
·         Karakteristik dari Penjaga (fielder)
Selain pitcher posisi 1 dan catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerah alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base) posisi  4, Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9. Semua fielder (termasuk pitcher dan catcher) berusaha mematikan 3 orang tim lawan agar mendapat giliran memukul. Karena run hanya bisa didapatkan dalam posisi menyerang.Dalam hal ini,seorang penjaga akan lebih mudah beradaptasi kepada lingkungannya dan dapat menjaga sosialisasi kepada masyarakat dan lingkungannya.
·         Karakteristik pada pemukul (Batting)
Tiap batter mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. 3 kali strike akan membuat batter mati “Strike Out”. Dan apabila 4 kali ball maka batter diperbolehkan jalan bebas kearah base satu (free walk). Apabila batter berhasil memukul bola, batter akan berlari sekuat tenaga mencapai base satu sebelum bola pukulannya dikembalikan atau di tangkap oleh penjaga base satu. Jika batter berhasil sampai di base satu sebelum penjaga base satu menangkap bola maka batter “safe”. Namun bila penjaga base satu lebih cepat menangkap bola, maka batter “out”. Terdapat berbagai macam jenis memukul. Hit, Bunt, hit and run, Steal dan lain-lain. Tergantung situasi yang terjadi saatitu. Berbagai macam jenis hit digunakan sesuai strategi yang akan ditempuh tim penyerang.Pada pengembangan karakter yang terdapat pada seorang pemukul ( batting ) dalam hal ini juga berpengaruh pada pengambil keputusan yang cermat karena keputusan yang berani ia ambil diperoleh dari situasi-situasi tertentu dan pada kesempatan-kesempatan yang terbatas.












BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dari sefi faktor lapangan, lapangan permainan Softball tidak terlalu luas, berupa lapangan 4 x 20 meter lebar sisinya (60 feet).Walaupun sudah ada ukuran lapangan tersendiri, tetapi ukuran tersebut dapat diperkecil untuk berlatih dalam permainan ini.Dari segi faktor manusia, Softball dapat dimainkan oleh setiap orang, tidak memandang usia, baik pria maupuan wanita.Setiap regu terdiri dari 9 orang yaitu: pitcher posisi 1, catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerahd alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base)posis  4, Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi9., dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan.Dasar-dasar, dasar untuk permainan Softball, sebetulnya sudah dikenal di Indonesia. Sebagai contoh, adanya permainan kasti  dan rounders. Sifat-sifat, olahraga Softball merupakan kombinasi dari olahraga ketangkasan dan otak (pikiran), sehingga mempunyai pengaruh yang baik bagi si pemain. Peralatan, karena Softball adalah olahraga beregu, maka peralatan dapat disediakan bersama. Sehingga harga peralatan yang termasuk mahal dapat dimiliki, secara gotong-royong. Kelanjutan, oleh karena tiap-tiap tahun sudah disusun acara-acara pertandingan,maka kelanjutan setiap tahun permainan dapat terjamin. Seperti kompetisi setempat, kompetisi nasional, kompetisi internasional, Pekan Olahraga Nasional dan sebagainya.Pada permainan ini diharapkan dapat membentuk karakteristik yang dapat diperoleh dari permainan softball sehingga bisa disosialisakikan melalui media olahraga yang dapat diaplikasikan berdarakan matakuliah sosiologi olahraga



                                                                                                   






Daftar pustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar