Berikut ini belajar tentang renang gaya punggung
Posisi tubuh
Posisi tubuh atau sikap tubuh pada permukaan air gaya
punggung adalah hidrodinamis atau streamline. Dengan kata lain, sikap
tubuh yang hidrodinamis ini adalah sikap tubuh berada di atas permukaan
air yang hampir sejalan dengan permukaan air. Sikap tubuh yang sejajar
dengan permukaan air ini diperngaruhi oleh fungsi kaki yang efektif.
Posisi kepala pada gaya
punggung pada dasarnya mengambil sikap tidur, sebagaimana posisi
seseorang yang sedang tidur. Lakukan dengan sikap serileks mungkin,
seolah sedang tidur dimana kepala mendapat bantal yang sangat tipis,
sehingga sudut pandang yang dibentuk maksimal 45 derajat.
Posisi tubuh perenang gaya
punggung seperti ini memungkinkan perenang berputar pada garus tubuh
(garis pusat) sesuai dengan tuntutan dan gerak yang diinginkan oleh
seorang perenang gaya punggung.
Gerakan kaki
Pada prinsipnya gerakan kaki sama seperti gerakan kaki gaya bebas. Tapi lantaran posisi tubuh yang terbalik, maka tekanan yang dilakukan menjadi berbeda.
Sumber
gerak dari gerakan kaki juga dilakukan dari pangkal paha. Jangan
sekali-kali membiasakan melakukan gerakan yang bersumber dari kaki
bagian bawah. Sebab akibatnya sudut yang dibentuk bagian lutut menjadi
berlebihan dan ini sering menghambat kelancaran gerak.
Karena posisinya yang terbalik dengan gaya bebas, maka gerak kaki juga hampir sebaliknya dengan gaya bebas, terutama menyangkut tekanan yang dilakukan dalam mendorong tubuh untuk bergerak maju.
Dorongan
kaki yang maksimal merupakan hasil hentakan punggung kaki. Hentakan ini
timbul karena pangkal paha dan kaki bawah secara beruntun dan bertahap
turun untuk melakukan rangkaian gerak berikutnya dengan hentakan atau
menendang. Pada gaya punggung, gerakan ini harus lebih diperhatikan.
Untuk
melakukan gerak kaki ke bawah, ketika dimana kaki bagian bawah
melakukan gerakan menurun, tidak menarik lutut hingga membengkok ke atas
permukaan air. Akan tetapi lakukan gerakan ini karena pangkal paha
turun dan diikuti menurunnya kaki bagian bawah. Sebelum melakukan
ancang-ancang untuk melalukan hentakan.
Irama gerak kaki gaya
punggung untuk jarak 200 meter akan lebih dalam dibanding jarak 100
meter. Sebagai patokan, ketika tungkai kaki bagian bawah turun, maka
jarak dari permukaan air berkisar antara 30-40 cm.
Daya lentur atau kelenturan pergerlangan kaki, sangat menetukan kualitas dorong bagi tubuh perenang.
Beberapa bentuk latihan.
1. Di
kolam dangkal: membelakangi dinding. Kedua tangan memegang dinding atau
parit kolam untuk mengambil posisi telentang. Lakukakan gerakan kaki
naik turun, dengan irama gerak lurus dan sumber tenaga berada pada
pangkal paha.
2. Di
kolam dalam: menggunakan papan latihan yang dipegang lurus di atas
kepala. Kalau sudah mampu, secara bertahap melepaskan papan latihan.
Sebagai pengganti bisa dengan kedua ibu jari saling berkaitan. Kepala
hrus tetap lurus, dan usahakan lengan tidak menjadi kendor yang
berakibat posisi tubuh tidak streamline lagi.
3. Untuk
menghindari kemungkinan menurunnya pinggul dan posisi tubuh yang kuran
streamline dari tubuh, dapat dilakukan pada saat kedua lengan lurus di
atas kepala. Lakukan dengan melilitkan kedua lengan itu dengan posisi
telapak tangan saling berhadapan dan berkaitan.
Pernafasan
Meskipun posisi gaya
ini memungkinkan untuk mengambil udara dari atas pernukaan air setiap
saat, tetapi cara bernafas perlu diatur sedemikian rupa terutama untuk
menghindari kemungkinan, tetapi cara bernafas perlu diatur sedemikian
rupa terutama untuk menghindari kemungkinan air tersedotnya air, baik
melalui hidung maupun mulut saat mengambil udara.
Sebagai patokan, irama gerak dengam mengambil udara bisa dilakukan seperti pada gaya bebas. Bedanya, pada gaya bebas menganbil udara dengan memutar kepala ke arah kanan atau kiri, maka pada gaya
punggung cukup dengan melihat irama gerak tangan yaitu saat lengan
melakukan recovery atau saat lengan berada di atas permukaan air hingga
akan masuk ke permukaan air. Lakukan pengambilan udara melalui mulut.
Membuang sisa pembakaran dilakukan melalui hidung dan mulut, ketika lengan lainnya melakukan recovery.
Untuk
pemula, bisa diberikan dengan menganjurkan ambil nafas pada saat lengan
di atas permukaan air. Dan membuang sisa pembakaran ketika lengan kiri
berada diatas permukaan air.
Pelatih renang Donald L.Gambril menganjurkan latihan mengatur pernafasan gaya punggung dengan hitungan 2/1 – 3/1.
Kordinasi kaki – nafas
Sepintas
lalu, melakukan kordinasi antara kaki dan nafas seakan merupakan hal
yang sangat sederhana dan tidak terlalu sulit dikerjakan. Kordinasi ini
berpengaruh pada daya dorong tubuh saat berenang. Bagi pemula,
seringkali menemukan kesulitan melakukan kordinasi gerakan kaki sambil
mengambil udara di atas permukaan air. Oleh sebab itu perlu latihan
secara bertahap.
Kordinasi
kaki dengan nafas dapat diberikan, sementara kaki bergerak naik turun.
Diajurkan menghitung irama kaki (2 pukulan kaki, 4 pukulan, 6 pukulan ?)
sesuai permintaan dan setelah berakhir hitungan, ambil udara melalui
mulut. Setelah ditahan sepanjang hitungan, buang sisa permbakaran
melalui hidung pula.
Rotasi tangan
Melihat gerak rotasi tangan pada gaya punggung, terdiri dari beberapa fase:
1. fase masuknya tangan ke permukaan air.
1.1. Fase
saat masuknya tangan ke permukaan air, patokannya adalah perpanjangan
garus bahu dan masuk permukaan air dengan kelingking dan telapak tangan
menghadap ke luar.
1.2. Fase
ini dilakukan segera setelah berakhirnya fase istirahat, dimulai dengan
masuknya tangan ke permukaan air melalui kelingking dan telapak tangan
menghadap keluar. Kedalaman masuknya tangan di bawah permukaan air akan
banyak tergantung dari daya lentuk atau kelentukan bagian tubuh yang
bersangkutan.
1.3. untuk
mencapai kedalaman tangan setelah melakukan fase masuknya tangan ke
permukaan air, pada akhir putaran lengan hendaknya dilakukan atau
dibantu dengan rotasi tubuh yang berputar pada porosnya. Bila lengan
kanan yang berputar, maka akhir dari putaran itu dibantu dengan royasi
tubuh dengan mengangkat bahu kiri hingga keluar permukaan air, sebagai
akibatnya lengan yang masuk akan terdorong lebih dalam. Cara yang sama
bisal dilakukan untuk lengan lainnya dengan rangkaian gerak yang berbeda
dengan uraian tadi.
1.4. Fase
masuknya tangan ke permukaan air, berakhir sebelum fase menangkap akan
dimulai dan patokan kedalaman bisa berkisar antara 25-35 cm dari
permukaan air.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase ini adalah:
1. Masuknya tangan ke permukaan air terlalu lebar dan keluar terlalu jauh dari garis perpanjangan bahu tangan.
2. Masuknya tangan terlalu ke dalam hingga menyilang di atas kepala,
3. Masuk permukaan air dengan dimulai oleh punggung tangan.
2. Fase Menangkap
Fase
ini dikerjakan pada ke dalaman tangan di bawah permukaan air antara
25-35cm, setelah berakhirnya fase masuknya tangan di permukaan air.
Sudut yang dibentuk pada sikut sekitar 60 derajat.
3. Fase menarik
Fase
menarik dilakukan dengan telapak tangan dan tungkai tangan bagian bawah
bergerak lebih dahulu. Saat melakukan gerakan ini perlu diperhatikan
posisi telapak tangan pada posisi menyapu (telapak tangan tidak datar
mendorong, melainkan sedikit miring agar tekanan). Akhir gerakan menyapu
ini, hendaknya membentuk sudut pada sikut antara 90 derajat hingga 100
derajat. Sebagai patokan agar ujung-ujung jari berada di bawah permukaan
pada kedalaman 7-10 cm dari permukaan air.
Pada
tarikan yang dikerjakan adalah “s”, saat melakukan fase menarik
hendaknya dapat dihindarkan sikut tidak lebih dahulu ditarik sehingga
menimbulkan gerakan “drops elbow”. Fase menarik atau sapuan ke dalam
dapat digunakan patokan dengan ujung jari berakhir kira-kira sedikit di
bawah garis bahu ke arah melebar.
Pada
fase ini hindarkan melakukan gerakan dengan posisi lengan terlalu lurus
ataupun posisi lengan yang terlalu dekat dengan tubuh.
4. Fase menekan
Fase
ini adalah suatu fase dimana tangan melakukan dorongan atau tekanan
akhir. Saat melakukan dorongan akhir, telapak tangan menghadap ke depan
dengan arah sejajar dengan pandangan tubuh dan menghadap ke arah bawah
tubuh.
Posisi
ini bisa membantu akselerasi lengan di saat melakukan fase menekan,
sehingga bahu yang berlawanan dengan tangan yang melakukan tekanan
terangkat naik.
Fase
yang satu ini dimulai dari bawah bagian bahu hingga berakhir pada
kedalaman sekitar 20-30 cm dari permukaan air. Akhir dari fase ini
hendaknya dilakukan dengan seluruh bagian lengan, dan diakhiri hentakan
telapak tangan.
5. Fase istirahat
Fase
ini dimulai setelah telapak tangan melakukan akhir dari fase menekan
dan akibat dari hentakan telapak tangan. Ibu jari akan keluar dari
permukaan air lebih dahulu. Akhir dari fase istirakat ini adalah saat
kelingking akan mulai melakukan atau mengerjakan masuknya tangan ke
permukaan air.
6. Fase kordinasi tangan kanan – kiri
Meskipun
kordinasi tangan kanan dan kiri cukup terlatih melakuka rotasi lengan
secara bergantian. Pelatih harus memberikan petunjuk yang menyangkut
kordinasi kedua lengan secara bergantian.
Patokan
yang digunakan untuk kordinasi tangan kanan dan kiri bisa dilakukan
ketika kelingking salah satu tangan masuk ke permukaan air dan bergerak
masuk lebih dalam. Maka saat ini pula ibu jari tangan yang lainnya ke
luar dari permukaan air untuk mengerjakan fase istirahat.
7. kordinasi nafas – tangan
kordinasi
nafas dan tangan bagi pemula agak sulit dilatih. Oleh sebab itu mereka
sangat membutuhkan latihan berulang-ulang sehingga terlatih dan
berikutnya bergerak secara otomatis.
Beberapa bentuk latihan kordinasi
7.1. Melakukan catch-up gaya
punggung, salah satu lengen berada di samping tubuh dan satu lengan
lainnya melakukan rotasi. Kerjakan saat lengan mengambil fase istirahat,
ambil udara melalui mulut dan tahan beberapa saat ketika lengan
mengerjakan fase masuknya tangan ke dalam permukaan air. Lanjutkan
membuang sisa pembakaran melalui hidung saat lengan mulai melakukan
sapuan atau fase dorongan akhir yang berakhir di bawah pinggul. Cara
yang sama bisa dikerjakan untuk lengan lainnya.
7.2. Irama pernafasan dengan hypoxic 5/1 atau 7/1 bisa dilakuakn sebagai bentuk latihan kordinasi nafas dengan tangan.
8. kordinasi kaki-nafas-tangan.
Gaya punggung adalah gaya
renang yang mengkordinasikan kaki-nafas, dan tangan. Untuk menguasai
rangkaian gerak keseluruhan, diperlukan latihan bagian hingga gerak
menjadi otomatis dan melakukannya dengan benar.
Beberapa macam bentuk latihan catch-up atau gaya, bisa digunakan sebagai alternatif perbaikan gerak gaya dalam mencapai prestasi maksimal.
Sumber : http://majalahrenangindonesia.blogspot.com/2012/01/tehnik-dasar-gaya-punggung.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar